JAKARTA (Wartamaritimindonesia.com) - PT Pelindo Sinergi Lokaseva (SPSL) terus memperkuat kualitas sumber daya
manusia sebagai fondasi dalam mendukung transformasi bisnis perusahaan melalui
berbagai program pengembangan talenta, peningkatan kompetensi, penguatan budaya
kerja, hingga implementasi integritas di lingkungan perusahaan.
Inisiatif ini
sejalan dengan arah pembangunan nasional sebagaimana tertuang dalam Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 yang menempatkan
penguatan kualitas sumber daya manusia sebagai salah satu prioritas strategis
menuju Indonesia Emas 2045. Di tengah dinamika industri yang terus berkembang,
perusahaan memandang talenta yang unggul, adaptif, profesional, dan berdaya
saing sebagai fondasi penting dalam mendukung pertumbuhan bisnis yang
berkelanjutan.
Sepanjang
triwulan pertama 2026, PT Pelindo Sinergi Lokaseva terus memperkuat program
pengembangan sumber daya manusia melalui pelaksanaan asesmen kompetensi
internal bagi pekerja level BoD-4 (Pratama A/B) dan BoD-5 (Pelaksana) di
lingkungan Pelindo Group tahun 2026 sebagai bagian dari upaya memastikan
kesiapan talenta yang kompeten dan berdaya saing.
Selain itu,
perusahaan juga telah menyusun learning and development calendar 2026
sebagai panduan pengembangan kompetensi pekerja secara terarah dan
berkelanjutan. Sebagai bagian dari peningkatan kapabilitas profesional, PT
Pelindo Sinergi Lokaseva turut melaksanakan pelatihan dan sertifikasi Qualified
Internal Auditor (QIA) Tingkat Dasar yang diikuti oleh para pekerja pada
awal Maret 2026.
Direktur
Keuangan, SDM dan Manajemen Risiko, Herman Susilo, mengatakan bahwa penguatan
kualitas SDM merupakan salah satu fokus penting perusahaan dalam memastikan
kesiapan organisasi menghadapi dinamika industri maritim dan logistik nasional yang terus berkembang.
"Transformasi
bisnis hanya dapat berjalan optimal apabila didukung oleh sumber daya manusia
yang unggul, adaptif, dan memiliki semangat untuk terus berkembang. Karena itu,
perusahaan terus berupaya menghadirkan berbagai program pengembangan kompetensi
yang terstruktur agar insan perusahaan mampu menjawab kebutuhan bisnis saat ini
maupun di masa depan," ujarnya.
Perkuat Budaya Adaptif dan Integritas Perusahaan
Tak hanya
berfokus pada peningkatan kompetensi teknis, PT Pelindo Sinergi Lokaseva juga
terus memperkuat budaya kerja yang adaptif melalui pelaksanaan program Sharing
Session serta implementasi program Change Catalyst 2026 melalui
sistem Culture Management System (CMS). Program tersebut diharapkan
mampu mendorong terciptanya budaya kerja yang lebih kolaboratif, adaptif, dan
inovatif di seluruh lini perusahaan.
Sebagai bagian
dari upaya membangun lingkungan kerja yang profesional, transparan, dan
berintegritas, PT Pelindo Sinergi Lokaseva juga telah menyelesaikan
penandatanganan Pakta Integritas 2026 oleh seluruh pekerja sebagai bentuk
komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan kerja yang bebas dari fraud
maupun benturan kepentingan. Komitmen tersebut turut diperkuat melalui berbagai
kegiatan sosialisasi secara berkala guna meningkatkan awareness pekerja
terhadap pentingnya penerapan budaya integritas, pencegahan pelanggaran, serta
kepatuhan terhadap prinsip tata kelola perusahaan yang baik.
Komitmen tersebut
diperkuat melalui penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) SNI ISO
37001:2016, pembentukan Fungsi Kepatuhan Anti Penyuapan (FKAP), serta
sosialisasi berkelanjutan terkait kebijakan No Bribery, No Kickback, No
Gift, dan No Luxurious Hospitality kepada seluruh pekerja, anak
perusahaan, hingga perusahaan afiliasi. Untuk memastikan implementasi berjalan
efektif, perusahaan juga secara rutin melaksanakan audit berkala dengan
melibatkan lembaga sertifikasi independen berstandar internasional.
Herman
menambahkan, perusahaan percaya bahwa talenta yang unggul harus berjalan
beriringan dengan integritas yang kuat agar mampu menciptakan pertumbuhan
bisnis yang berkelanjutan.
"Kami ingin
membangun ekosistem kerja yang tidak hanya berorientasi pada kinerja, tetapi
juga menjunjung tinggi profesionalisme, transparansi, dan tata kelola
perusahaan yang baik. Dengan SDM yang kompeten dan berintegritas, SPSL
optimistis dapat terus memberikan kontribusi terbaik bagi penguatan ekosistem
logistik nasional," tutupnya.
(Red. WMI/Andi R.
R).






.jpg)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar