Surabaya (WMI.Com)– PT Terminal
Teluk Lamong (TTL) menerima kunjungan Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang
Teknologi dan Energi, Dr. Capt. Antoni Arif Priadi, M.Sc., Kamis (27/8).
Kunjungan kerja tersebut dilakukan untuk meninjau secara langsung penerapan
konsep Green Port, efisiensi energi, digitalisasi, serta pengelolaan lingkungan
di TTL sebagai bagian dari upaya mendukung program strategis Pemerintah
Republik Indonesia menuju Net Zero Emission (NZE) pada 2060.
Dalam
kunjungan tersebut, Antoni meninjau implementasi elektrifikasi peralatan bongkar
muat peti kemas di dermaga dan lapangan penumpukan. Ia juga mengapresiasi
langkah inovatif TTL dalam berkolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi
Nasional (BRIN) untuk pengayaan keanekaragaman hayati serta pemetaan biota laut
di sekitar perairan terminal.
Antoni
menyampaikan bahwa pemanfaatan teknologi serta transisi menuju energi ramah
lingkungan pada infrastruktur maupun suprastruktur terminal menjadi fondasi
penting dalam mewujudkan operasional pelabuhan yang hijau dan berkelanjutan.
“Langkah
TTL yang secara aktif menyelaraskan kegiatan operasional dengan kebijakan
strategis Kementerian Perhubungan merupakan bagian penting dalam mendukung
percepatan pencapaian target Net Zero Emission 2060. Pemanfaatan energi ramah
lingkungan yang disertai kolaborasi riset ekosistem pesisir bersama BRIN
menjadi bukti nyata komitmen TTL menuju Green Port yang modern dan
berkelanjutan,” ujar Antoni.
Penerapan
konsep Green Port di Terminal Teluk Lamong juga diperkuat melalui penyediaan
fasilitas Shore Connection, yakni sumber daya listrik dari darat bagi kapal
yang bersandar. Fasilitas tersebut memungkinkan kapal mengurangi penggunaan
mesin bantu (auxiliary engine) selama berada di dermaga sehingga dapat menekan
emisi gas buang dan jejak karbon di lingkungan terminal.
Dalam
aspek pengelolaan lingkungan, TTL mengoperasikan Instalasi Pengolahan Air
Limbah (IPAL) secara mandiri. Air limbah domestik yang telah diolah
dimanfaatkan kembali (recycle), antara lain untuk penyiraman tanaman. Selain
itu, TTL juga telah memanfaatkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai
salah satu sumber Energi Baru Terbarukan (EBT) pada sejumlah fasilitas dan
gedung di area terminal.
Kepala
Bidang Pengawasan dan Penindakan KSOP Utama Tanjung Perak, Arizal Hendrawan,
M.Sc., yang turut mendampingi kunjungan tersebut, menegaskan dukungan regulator
terhadap pengembangan operasional pelabuhan yang aman, efisien, dan berwawasan
lingkungan.
“KSOP
Utama Tanjung Perak senantiasa mendukung pemanfaatan energi ramah lingkungan
serta berbagai program inovasi dalam pelestarian lingkungan dan peningkatan
kualitas operasional di Terminal Teluk Lamong,” tegas Arizal.
Direktur
Utama PT Terminal Teluk Lamong menegaskan bahwa transformasi menuju Green Port
merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam membangun operasional terminal
yang semakin efisien, modern, dan berkelanjutan.
“TTL
terus mendorong pemanfaatan teknologi, elektrifikasi peralatan, penggunaan
energi ramah lingkungan, serta penguatan pengelolaan lingkungan sebagai bagian
dari transformasi operasional perusahaan. Kami meyakini bahwa operational
excellence dan keberlanjutan harus berjalan beriringan untuk mendukung
pencapaian target Net Zero Emission 2060,” ujarnya.
Dalam
kunjungan tersebut, Senior Manajer Sistem Manajemen dan HSSE PT Terminal Teluk
Lamong, Anang Januriandoko, turut memberikan pemaparan teknis mengenai
implementasi Green Port, elektrifikasi peralatan, efisiensi energi, serta
berbagai program pengelolaan lingkungan yang telah diterapkan TTL.
Pemanfaatan
energi listrik pada peralatan bongkar muat peti kemas, baik di dermaga maupun
lapangan penumpukan, menjadi salah satu strategi utama TTL dalam menekan jejak
karbon (carbon footprint) kegiatan operasional sekaligus meningkatkan efisiensi
energi secara berkelanjutan.
Berbagai
implementasi tersebut mempertegas komitmen TTL bahwa penerapan prinsip ESG
(Environmental, Social, and Governance), pencapaian operational excellence,
serta dukungan terhadap target Net Zero Emission dapat berjalan beriringan
untuk mewujudkan operasional terminal yang semakin efisien, modern, dan
berkelanjutan.
(Red.
WMI/Andi R. Rola).







.jpg)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar