SURABAYA (Wartamaritimindonesia.com) — PT Terminal Teluk Lamong (TTL) menggelar pertemuan dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Kebun Raya Purwodadi bertempat di Kantor Utama PT Terminal Teluk Lamong (22/04) dalam agenda memperkuat konservasi alam di kawasan Terminal Teluk Lamong. Kolaborasi ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mengintegrasikan aspek keberlanjutan lingkungan ke dalam operasional bisnis.
Sebagai wujud
komitmen terhadap konsep green port, PT TTL telah menginisiasi berbagai program
dengan penerapan teknologi eco-engineering pada infrastruktur Pelabuhan,
monitoring kualitas lingkungan, pengendalian pencemaran lingkungan, restorasi
ekosistem pesisir dengan pelestarian mangrove serta penanaman pohon anti
polutan untuk mendukung penyerapan emisi gas karbon.
Sekretaris
Perusahaan PT Terminal Teluk Lamong, Syaiful Anam, menyampaikan bahwa inisiatif
ini merupakan langkah penting dalam menjaga keseimbangan antara aktivitas
operasional pelabuhan dan pelestarian lingkungan di Terminal Teluk Lamong.
“Kami percaya bahwa pelabuhan masa depan tidak hanya berorientasi pada kinerja
operasional saja, tetapi juga selaras dengan keberlanjutan ekosistem dan
peningkatan keanekaragaman hayati di Kawasan Pelabuhan. Sinergi dengan Kebun
Raya Purwodadi diharapkan mampu menghadirkan solusi ilmiah yang aplikatif dan
berdampak jangka panjang” jelas Syaiful Anam.
Program sinergi ini
akan berfokus pada perlindungan dan pengelolaan ekosistem alami di kawasan
pesisir dan ruang terbuka hijau di area Terminal Teluk Lamong dengan pendekatan
berbasis riset, Selain itu, sinergi ini juga mencakup pengembangan metodologi
penghitungan karbon berbasis vegetasi, pemetaan area konservasi prioritas,
edukasi pengelolaan lingkungan, serta penyusunan strategi pelestarian lingkungan
sebagai bagian dari komitmen perusahaan terhadap prinsip keberlanjutan
(sustainability).
Lebih lanjut Syaiful
Anam menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi langkah konkret perusahaan dalam
mendukung target nasional penurunan emisi karbon. “Saat ini kami telah
menjalankan program Terminal Booking System (TBS) untuk mengatur kedatangan
truk di Terminal sehingga tidak menyebabkan kepadatan antrian truk dan polusi
karbon yang berlebih di area kerja" tambahnya.
“Terminal Teluk Lamong secara konsisten menerapkan
program-program ESG (Environmental, Social dan Governance) untuk menjawab
tantangan pelabuhan modern. Salah satunya dengan menjaga ruang hidup yang
mendukung keberagaman flora dan fauna sekaligus memberikan kontribusi nyata
terhadap upaya global dalam menghadapi perubahan iklim.” Ungkap Syaiful Anam.
Tim peneliti dari
Kebun Raya Purwodadi berkesempatan meninjau langsung lokasi pembibitan tanaman
di area Greenhouse Terminal Teluk Lamong, area terbuka hijau di sepanjang
Pelabuhan yang terdiri dari beranekaragam tanaman hias, buah-buahan hingga
pohon anti polutan.
Titut Yulistyarini,
perwakilan Tim Peneliti Kebun Raya Purwodadi menegaskan pentingnya pengelolaan
lingkungan ekosistem pelabuhan. Melalui dukungan data dan inovasi teknologi.
“Kami akan melakukan kajian komprehensif terhadap jenis tanaman yang sesuai
dengan kondisi lingkungan di kawasan Terminal Teluk Lamong, peningkatan
keanekaragaman hayati, termasuk potensi serapan karbon dan kontribusinya
terhadap keanekaragaman hayati,” tutupnya.
(Redaksi WMI/Andio Roesman Rola).






.jpg)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar