Makassar, 16 Februari 2026 (WMI) – PT Pelindo Jasa Maritim (SPJM) Grup, subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang Marine, Equipment, Port Services, Dredging dan Shipyard (MEPS) menyambut antusias pemberlakuan kegiatan pengolongan 24 jam di perairan Sungai Mahakam dengan melakukan upaya optimal dari sisi kesiapan operasional, sarana dan prasarana pemanduan, serta teknologi pendukung.
Sebagaimana diketahui bahwa seluruh instansi baik dari pemerintah, instansi teknis, dan pelaku usaha
pelayaran telah melakukan langkah kolaboratif untuk merumuskan strategi terkait
isu keselamatan dan juga kepadatan kapal di perairan
Sungai Mahakam dengan
mempertimbangkan keamanan infrastruktur vital dan juga kelancaran alur lalu
lintas perairan. Hingga akhirnya tercetus salah satu strategi yaitu dengan
memberlakukan kegiatan pengolongan selama 24 jam.
Direktur Operasi dan Teknik SPJM, Edward
Napitupulu menyampaikan “Sebagai bagian dari Pelindo Grup yang menangani
kegiatan pemanduan dan penundaan di perairan Sungai Mahakam kami menyambut baik
inisiasi pemerintah melalui KSOP Kelas I Samarinda yang memberlakukan kegiatan
pengolongan 24 jam sebagai alternatif solusi untuk kelancaran kegiatan dan juga
mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.”
Selaras dengan Edward, Senior Manager wilayah
4, Al Abrar menjelaskan “Kami segera melakukan persiapan-persiapan operasional
yang diperlukan untuk optimalisasi pelayanan selama 24 jam mencakup pengolongan
di Martadipura, Tenggarong, Mahulu, Mahakam, dan Mahkota. Pada pola lama,
pengolongan kapal turun dimulai jam 06.00 wita - 10.00 wita dengan perubahan
pola baru maka jadwal pengolongan akan menjadi 2 x pengolongan naik dan 2 x
pengolongan turun. Untuk itu, dari sisi SDM selain melakukan penyegaran
terhadap personil eksiting, kami juga akan melakukan penambahan jumlah pandu
sebanyak 10 orang sehingga nanti total pandu adalah 42 orang dengan skill
dan pengalaman yang mumpuni serta sertifikasi yang mengacu pada ketentuan yang
berlaku. Selain itu juga akan dilakukan evaluasi untuk mengukur performa kapal
tunda yang ada. Selanjutnya untuk pelayanan tunda escort di Mahulu kami
juga akan menyiapkan 1 unit kapal tunda escort sebagai penambah sarpras
eksisting yang sudah ada yaitu 3 unit kapal tunda assist.”
Dari sisi dukungan teknologi SPJM telah menyiapkan planning and
control room (PnC) terintegrasi termasuk penigkatan kapasitas Automatic Identification System (AIS) untuk pemantauan pelayanan secara real-time,
standarisasi layanan, integrasi data peningkatan keselamatan kerja (HSSE),
serta transparansi layanan yang lebih baik.
Lebih lanjut Edward menambahkan “Upaya-upaya tersebut tentunya harus
dilakukan dengan berkelanjutan. Selain itu, mengingat bahwa kegiatan pemanduan
dan penundaan mengutamakan peran serta aktif semua pihak dalam menegakkan
keselamatan berlayar, maka butuh dukungan dari seluruh pihak terkait agar
kegiatan kapal di perairan Sungai Mahakam dapat berjalan dengan lancar sehingga
pengguna jasa mendapatkan
pelayanan yang lebih cepat, aman, efisien, dan andal”, pungkas Edward.
(Andi Roesman Rola).





.jpg)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar