Banyak Pengunduran Diri Dilakukan TKBM Pelabuhan Sunda kelapa - WARTA MARITIM INDONESIA I MEDIA INFORMASI KEMARITIMAN

Breaking

SPTP

 


SPJM


PT Akses Pelabuhan Indonesia


SPMT




Post Top Ad

Responsive Ads Here

Minggu, 05 September 2021

Banyak Pengunduran Diri Dilakukan TKBM Pelabuhan Sunda kelapa


Jakarta - (wartamaritimindonesia.com)

Rencana Pengembangan Pelabuhan Sunda Kelapa akan dijadikan Pelabuhan Heritage atau Wisata dari dulu sudah dicanangkan dan Master Plan Pelabuhan Heritage Sunda Kelapa telah selesai dibuat oleh Manajemen Cabang Pelabuhan Sunda Kelapa namun hingga saat ini rencana itu belum terealisasi.

Namun menurut sumber dari IPC yang tidak mau disebutkan namanya bahwa rencana itu akan terus dilanjutkan dan dia tidak menjelaskan secara rinci kapan pembangunan pengembangan pelabuhan Heritage Sunda Kelapa akan dilaksanakan.”ucapnya.

Terkait hal itu Tenaga Kerja Bongkar Muat Pelabuhan Sunda Kelapa Dukung penuh rencana itu," kami merupakan buruh sedangkan pelabuhan sebagai sarana dan prasarana selama kedepan baik dan saling menguntungkan kenapa gak mendukung.”ujar Sutrisno sekretaris TKBM Sunda Kelapa.( 1/ 9/2021)

Menurut dia sekarang masih rencana harus bisa membedakan antara pelabuhan Tanjung Priok dan Pelabuhan Sunda Kelapa karena Sunda kelapa mengandung historis bukan kepada komersialnya bahkan kalau menurut hemat saya atau adanya pengembangan pelabuhan hanya memetik untuk biaya (Cost) pembangunan pelabuhan tidak ada untung ruginya kalau saya cermati dalam pembicaraan dua tahun lalu, itu tentunya sudah diperhitungkan dari wilayah kerjanya tidak akan menghilangkan historis TKBM di pelabuhan.”imbuhnya.

Dilain itu kapal Phinisi mengandung historis dan menjadi tujuan wisata Mancanegara dan lokal disisi lain salah satunya Pelabuhan Sunda Kelapa juga belum formal (kawasan) tidak seperti pelabuhan lain kebetulan hanya ada di Jakarta.”paparnya.

Selain itu pelabuhan terbesar yang  mengandung historis adalah pelabuhan Tanjung Priok dan Pelabuhan Sunda Kelapa mengandung sejarah.

Sementara di pelabuhan Sunda Kelapa untuk giat bongkar muat belum seimbang yaitu dengan penyediaan tenaga kerjanya dan lebih banyak tenaga kerjanya dibandingkan jumlah produktivitasnya.”ungkap Sutrisno

Saat ini semenjak pendemi penngunjung menurun baik dari Mancanegara maupun domestik biasanya dulu tiap hari Sabtu dan hari – hari tertentu ada rombongan dari kota tua yang bersepeda melihat – lihat Kapal Phinisi yang menjadi Icon para turis Mancanegara.

Untuk kunjungan kapal satu minggu antara dua – tiga kapal jadi untuk menyiasatinya para buruh secara digilir menjadi solusi tetap berjalan kerjanya supaya semua bisa kerja karena satu kapal hanya bisa kerja dua puluh empat ( 24 )orang sedangkan tenaga kerja bongkar muatnya ada 4O orang.

jumlah tenaga TKBM saat ini 1 1OO orang dan tinggal 9OO orang namun yang aktif 4OO orang dan banyak yang mengundurkan diri karena sepi kegiatan bongkar muat barang di Pelabuhan Sunda Kelapa dan juga tidak seimbang dengan penyediaan tenaga kerjanya.”pungkas Sturisno.


(Yadhi s./WMI)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad