JAKARTA (Wartamaritimindonesia.com) – Tak sedikit kalangan (Pengguna jasa) yang menilai bahwa tarif Jalan Tol Cibitung Cilincing dan sebaliknya itu ‘Mahal’, sehingga sampai saat ini (Agustus 2025) tidak banyak yang menggunakan jalan tol yang dikelola anak perusahaan PT Pelindo Solusi Logistik atau SPSL.
Misalnya saja tarif
tol dari gerbang tol kebon baru atau semper timur lalu keluar di gerbang tol Tarumajaya itu
tarifnya Rp. 31.500,-, dan juga arah sebaliknya.
Ketentuan Tarif Tol
jarak pendek itu, tentu berlaku pada akses lainnya di sepanjang Jalan Tol
Cibitung Cilincing, sehingga membuat supir supir terutama kontener memilih
tetap lewat Jalan Tol Cakung – Cikunir- Cibitung – Cikampek.
Kondisi tersebut
tentu saja, belum banyak manfaat dari keberadaan jalan tol cibitung cilincing,
yang seharusnya memperlancar arus logistik dari kawasan industri cibitung
bekasi menuju pelabuhan tanjung priok, dengan mengurangi beban kendaraan
kontener di sepanjang jalan Cakung Cilincing.
Andai saja tarif tol
Cibitung Cilincing diberlakukan sama dengan tarif tol JoRR 1 Dki Jakarta,
misalnya dari gerbang tol semper timur ke gerbang tol tarumajaya juga Rp. 15.000,-,
maka banyak kalangan meyakini, tol cibitung cilincing akan ramai pengguna jasa
yang memakai tol tersebut.
Tentu menjadi
pertanyaan, apa sebenarnya yang menjadi pertimbangan manajemen PT Tollways,
anak perusahaan SPSL kenapa tarif tol cibitung cilincing lebih mahal, dua kali
lip[at dari tarif tol JORR dalam kota Provinsi DKI ?
(Daeng R. Rola).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar