KSOP Marunda Fasilitasi Pertemuan Warga Terdampak Debu Batu Bara Akibat Kegiatan Pelabuhan - WARTA MARITIM INDONESIA I MEDIA INFORMASI KEMARITIMAN

Breaking

SPTP

 


SPJM


PT Akses Pelabuhan Indonesia


SPMT




Post Top Ad

Responsive Ads Here

Selasa, 04 Januari 2022

KSOP Marunda Fasilitasi Pertemuan Warga Terdampak Debu Batu Bara Akibat Kegiatan Pelabuhan



MARITIME

Jakarta (wartamaritimindonesia.com)

Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Marunda, pada Selasa (4/1)  memediasi  warga Marunda yang terdampak tebaran debu dari kegiatan bongkar muat barang curah di Terminal Umum Karya Citra Nusantara (KCN).

Dalam pertemuan di dalam kawasan  terminal KCN itu hadir Kepala KSOP Marunda, Capt. Isa Amsyari,  Direktur Operasi PT. KCN, La Ode  Hartono, Camat Cilincing Muhammad Andri dan pejabat dari  Sudin Lingkungan Hidup, Kotamadya Jakarta Utara, Lurah Cilincing, Idham,  pengurus RW 07 dan warganya.

Dalam pertemuan itu, Kepala Kantor KSOP Kelas IV Marunda, Capt. Isa Amsyari MM. M.Mar, saat  memimpin jalannya pertemuan menyatakan, tentang tupoksi KSOP Marunda, keberadaan pelabuhan,  dan  peran pelabuhan KCN sebagai objek vital nasional. Dikatakan, dalam UU No. 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran disebutkan penyelenggara pelabuhan adalah pemerintah yang pengelolaannya dilakukan oleh badan usaha.

Atas dasar itu maka KSOP sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Direktorat Jenderal Perhubungan laut, Kemenhub selaku pembina atas operasinal pelabuhan, berperan untuk memfasilitas penyelesaian masalah atas kegiatan di pelabuhan dan memfasilitasi komunikasi antar warga dan pihak badan usaha pengelola pelabuhan yakni KCN. Tujuannya agar masalah yang dihadapi warga bisa dicari solusi dan diatasi bersama, dan KCN dapat menjalankan kegiatannya dengan baik dan lancar," kata Capt. Isa Amsyari.



Camat Cilincing, M. Andri yang juga
menyampaikan penjelasan maksud mendampingi  warga menyatakan, kegiatan pertemuan ini dalam rangka  melihat kegiatan pelabuhan. Dasarnya karena adanya aduan dari warga, karena danya pencemaran dari debu batu bara.

"Hasil rapat dari Walikota Jakut mengamanatkan agar kami untuk membuka kembali komunilasi di pelabuhan dengan warga untuk mengatasi masalah akibat tebaran debu dari kegiatan pelabuhan KCN," kata Camat Cilincing.

Initnya juga melihat siapa yang usaha disini, bukan hanya KCN saja. Melihat sajuhmana pihak  melakukan usaha disini mengantisipasi debu. Dan  bagaimana jalinan komunilasi bisa berjalan lagi akibat adanya keluhan warga disini.

Selain itu juga, tambah Camat Cilincing, kegiatan ini juga dalam rangka melakukan pengawasan bagaimana pelaksanaan amdalnya.

" Namun hari ini dalam rangka sosialisasi kegiatan KCN kepada masyarakat," kata Andri.

KCN Sudah Tampung Keluhan dan Sosialisasi ke Warga

Direktur Komersial PT KCN, La Ode Hartono menyatakan keluhan warga selama ini sudah diterima dan sudah melakukan komunikasi ke warga yang terdampak. Selain itu juga sudah melakukan kegiatan dengan pihak Pemerintah Kotamadaya Jakarta Utara dalam rangka mengatasi adanya keluhan warga.

" Kami juga   sekarang sedang menindaklanjuti harapan warga, setelah berlangsung pertemuan dengan pihak  Walikota Jakut, belum lama ini. Dari hasil pertemuan itu, kami  diminta menjelaskan bagaimana menangani dampak tebaran debu yang terjadi pada warga," ungkap Agus Hartono.

" Pihak pemerintah Kotamadya Jakarta Utara, jika sudah mendatangi kami dan sudah  mengevaluasi  dan mengarahkan  langkah-langkah penanganannya," katanya.

Secara rinci Lo Ode Hartono menyatakan inti masalahnya,  tebaran debu yang dirasakan masyarakat itu terjadi pada bulan Nopember sampai Januari.  Januari. Penyebabnya, kegiatan bongkar muat batu bara sangat padat di bulan itu.

Pada Nopember dan Desember keadaan angin sedang kencang. Maka batubara yang bongkar disini  terbawa angin. 

" Jadi kedepan akan kami atasi  situasi itu. Untuk saat ini, di bulan Januari, kegiatan bongkar muat cukup tinggi lagi terkait permintaan dari PLN Jawa dan Bali PLN yang sedang kekurangan bahan baku, baku batu bara, sebagai bahan pembangkit," kata Agus Hartono.

2006 KCN didirikan untuk mendukung pelabuhan Tanjung Priok karena sudah sangat padat, dan dweling time 3 hari terbilang lama. Jadi dengan adanya KCN  arus barang curah dari Tanjung Priok teratasi karena masuk di Marunda. Hasilnya  yor dan dweling time di pela.


(Yadhi s./WMI)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad